default style style 1 style 2
[ show/hide ]   
Agu
20
2008
Today
Home
Rahmat Hidayat
 

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Telah berpulang ke Rahmatullah:
Rahmat Hidayat (19 tahun)
Pada hari Minggu, 13 Juli 2008
Pukul 21.00 WIB

ImageKami atas nama almarhum dan kerabat memohon maaf dengan tulus akan semua kesalahan Almarhum, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa Almarhum dan semua amal ibadahnya diterima.
Amien.

"Ya Allah, berikanlah tempat yang layak bagi Almarhum di sisi-Mu"

Kami yang sangat berduka
Dilts Foundation

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
Wahyu Setyowati: Menemukan Diri Mengurus Anak Terlantar
 

Pembaca, kita kembali bertemu pada acara mingguan kita, Perspektif Baru. Di acara ini kita mengangkat segala macam kegiatan yang menarik dan bermanfaat. Jadi hanya good stories yang masuk di sini. Jarang kami bercerita mengenai hal-hal yang buruk karena banyak kesempatan lain untuk hal tersebut. Tapi dicelah-celah kehidupan yang penuh dengan tantangan di Indonesia, sekali-sekali ada kegiatan yang memberikan inspirasi akan kebaikan manusia terhadap manusia dan itu yang kita akan kemukakan sekarang. Salah satunya adalah Dilts Foundation yang diprakarsai, Wahyu Setyowati.

Image

W
ahyu Setyowati berasal dari latar belakang bukan pekerja sosial, namun memiliki keprihatinam terhadap nasib anak jalanan. Dia dan sang suami dr. Russel Dilts mendirikan Dilts Foundation sebagai wadah pendidikan untuk anak-anak jalanan, pemulung dan keluarga pra sejahtera. Mereka memberikan memberikan beasiswa untuk sekolah lanjutan, bahkan ada yang sudah sampai universitas. Sedangkan untuk pendidikan non formal dilakukan di shelter, yaitu dengan pendidikan bengkel atau belajar wirausaha. Mereka mengangkat anak-anak jalanan yang berhasil, berkriteria baik dan menjadikan mereka pendamping untuk adik-adiknya.

Berikut wawancara Wimar Witoelar dengan Wahyu Setyowati.

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...
Bergandeng Tangan Meningkatkan Kualitas Hidup
 

Di saat seseorang menderita sakit, kesehatan benar-benar terasa mahal harganya. Betapa tidak, untuk pergi ke dokter diperlukan uang beberapa puluh ribu rupiah. Belum lagi sepulang dari tempat praktek dokter, si pasien harus menebus resep dan membeli obat yang harganya bisa sangat mahal. Bila si pasien berasal dari lingkungan keluarga prasejahtera, tentu akan kesulitan membayar ongkos pengobatan. Karena situasi semacam ini, selayaknya kondisi tubuh selalu dijaga agar tetap sehat. Perhatian sejak dini pada kesehatan harus dilakukan. Langkah ini dapat dimulai sejak usia balita, anak-anak, remaja hingga dewasa. 

ImageKeinginan agar sang buah hati tetap sehat diungkapkan seorang ibu dari empat orang anak keluarga pra sejahtera. “Saya ingin Nadia tumbuh sehat dan pintar seperti anak-anak sebayanya. Karena ketiadaan jaminan kesehatan saya selalu ikuti pengobatan dan perbaikan gizi yang dilakukan relawan Dilts Foundation,” jelas Ibu Ulina yang mengandalkan tumpuan hidup dari berjualan ala kadarnya. Selain Nadia yang masih balita, ketiga anak Ibu Ulina juga mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah singgah. Mereka antara lain; Robert (11 tahun), Melisa (7 tahun) dan Daniel (5 tahun).

Editor's review User comments Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles Read more...